- Bila Bulan Belah
- Petir : Rahmat atau Laknat?
- Fisika Inti dalam Tasawuf Ibnu Arabi
- Bicara dengan Pohon
- Maglev di Madinah
- Unta Masuk Lubang Jarum
- Armageddon Peperangan Akhir Zaman
- Bila Waktu Mundur
- Armageddon Ladang Penggilingan Anggur Israel
- Nuklir dan Pilihan Moral
- Setan dan Astrologi
- Kegunaan Ilmu : Revolusi Genetika
- Agama, Ilmu, dan Masa Depan Manusia
- Ada Bakteri di Ruang Angkasa
- Gunung Es di Angkasa
- Lubang Cacing di Langit
- Air Tawar di Laut Asin
- Ada Api di Lautan
- Kota Anti Tsunami
- Tata Kota Amerika dari Islam
- Kisah Inspiratif Sandal Kulit Sang Raja
- Bebek Pun Mandi junub
- Bukan Mencari Medali
- Penderitaan Membuat Segalanya Lebih Mudah
- Versi Android Tertinggi yang Semakin Canggih di Tahun 2018
- Makna Kerjasama
- Kisah Inspiratif Mark Zuckerberg Sang Pemilik Facebook
- Bagaimana Sylvester 'Sly' Stallon Menjaga Ambisi
- Kisah Inspiratif Steve Jobs
Demi bukit tur. Demi kitab yang tertulis. Dalam lembaran terbuka. Demi Baitul Makmur. Demi atap yang terbuka. Demi Laut dengan api di dalamnya . ( Q.S. At-thuur : 1-6 ) Dalam Al-Quran, Allah bersumpah dengan berbagai hal. Kita yakin bahwa Allah sengaja memilih hal itu supaya kita tafakuri urgensinya. Para ahli tafsir dengan susah payah berusaha menyingkap makna dari Surat At-thuur ayat 6 diatas tentang laut yang mengandung api . Wal bahril majur . Sebagian besar menafsirkan bahwa ayat itu bercerita tentang kejadian di hari kiamat. Di hari itu, lautan akan dipanaskan menggelegak, sesuai dengan Surat At-Takwiir ayat 6, " Dan apabila lautan dipanaskan ". Imam Ibnu Jarir At-Thabari menuliskan satu tafsir yang agak lain tentang Surat At-Thuur ayat 6 tadi. Penjelasan ini berasla dari Abdullah Ibnu Umar, " Yang dimaksud adalah lautan berapi yang berada di langit di bawah Arasyi ". Tetapi Imam az-Zamakhsyari dalam Tafsir Al-Kassyaf mengaitkannya kepada dialog ...
Comments
Post a Comment
Terima kasih telah berkomentar, silahkan baca untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan