- Bila Bulan Belah
- Petir : Rahmat atau Laknat?
- Fisika Inti dalam Tasawuf Ibnu Arabi
- Bicara dengan Pohon
- Maglev di Madinah
- Unta Masuk Lubang Jarum
- Armageddon Peperangan Akhir Zaman
- Bila Waktu Mundur
- Armageddon Ladang Penggilingan Anggur Israel
- Nuklir dan Pilihan Moral
- Setan dan Astrologi
- Kegunaan Ilmu : Revolusi Genetika
- Agama, Ilmu, dan Masa Depan Manusia
- Ada Bakteri di Ruang Angkasa
- Gunung Es di Angkasa
- Lubang Cacing di Langit
- Air Tawar di Laut Asin
- Ada Api di Lautan
- Kota Anti Tsunami
- Tata Kota Amerika dari Islam
- Kisah Inspiratif Sandal Kulit Sang Raja
- Bebek Pun Mandi junub
- Bukan Mencari Medali
- Penderitaan Membuat Segalanya Lebih Mudah
- Versi Android Tertinggi yang Semakin Canggih di Tahun 2018
- Makna Kerjasama
- Kisah Inspiratif Mark Zuckerberg Sang Pemilik Facebook
- Bagaimana Sylvester 'Sly' Stallon Menjaga Ambisi
- Kisah Inspiratif Steve Jobs
Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat ayat 19 yang artinya : " Atau seperti hujan lebat dari langit,. Didalamnya kegelapan dan guruh dan kilat. Mereka menyumbat telinganya dangan jarinya dari petir karena takut mati,. Dan Allah meliputi orang-orang kafir ". Manusia selalu merasa ngeri ketika mendengar kilat sambung -menyambung dan guntur menggelegar. Sampai-sampai ada ungkapan sumpah, " Berani disamber geledek kalau gue bohong". Orang Yunani menganggap petir dikuasai oleh dewa perang Mars. Orang Kejawen percaya bahwa petir dipegang Ki Ageng Selo, sehingga kalau terdengar kilat, mulut mereka komat-kamit berkata, " Slamet-slamet embah, putune wonten ngandap mriki ".Menurut kepercayaan primitif, petir diartikan dewa langit sedang murka. Memang ada hadits Tirmidzi dalam Mustadrak dari Abdullah bin Amr r.a . bahwa Rasulullah Saw bila mendengar petir, beliau berdoa'a : " Allahumma laa taqtulna bighadaabika, walaa tahlikna bi...
Comments
Post a Comment
Terima kasih telah berkomentar, silahkan baca untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan